Panen Raya Jagung dan Pedet di Kabupaten Langkat

02Apr

Panen Raya Jagung dan Pedet di Kabupaten Langkat

Gelaran ‘Panen Raya Jagung dan Pedet’ dilaksanakan tanggal 1 April 2019 berlokasi di Desa Purwobinangun, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat. Kegiatan ini dihadiri oleh Gubernur Sumatera Utara, Bupati Langkat, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian RI, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara, para Kepala OPD terkait Kabupaten/Kota, Ikatan Inseminator Indonesia se Sumatera Utara serta anggota kelompok tani dan ternak.

Pada kesempatan ini Gubernur Sumatera Utara (Bapak Edy Rahmayadi) menghimbau Bupati Langkat (Bapak Terbit Rencana) agar segera menyediakan lahan untuk kawasan terpadu. Lahan tersebut akan digunakan untuk beberapa keperluan, mulai dari peternakan sapi, pabrik pupuk hingga pakan ternak. “Sesegera mungkin diharapkan dapat disiapkan lahan tersebut untuk kita pakai membangun lahan peternakan sapi, di sampingnya akan ada pabrik pupuk yang menampung kotoran sapi, pabrik tersebut mencetak pupuk organik dan satu pabrik lagi untuk membuat pakan ternak, sehingga jagung itu dijual tidak terlalu jauh karena pabrik ini yang akan menampung”, kata Gubernur.

Saat ini panen jagung untuk 1 hektar mencapai 7-8 ton dengan total jumlah 1,7 juta ton per tahun, ke depan Pak Gubernur mengiginkan jumlah tersebut meningkat menjadi 8 sampai dengan 12 ton per hektar, sehingga produksi jagung Sumut menjadi 2,5 juta ton.

Dikatakan oleh Gubernur Sumatera Utara bahwa tanah Sumut sangatlah subur, baru tercatat 3 daerah yang punya potensi besar untuk dikembangkan karena lahan yang subur, diantaranya Humbang Hasundutan, Langkat dan Tanah Karo. “Saya lihat seperti ini tidak ada alas an kita untuk tidak sejahtera, kalau tidak sejahtera berarti ada yang salah, ke depan saya ingin sunguh-sungguh”, ungkap Pak Edy.

Terkait konsumsi daging masyarakat Sumatera Utara Gubernur menyatakan bahwa tingkat konsumsi daging masyarakat masih sangat rendah. “Saat ini rakyat kita makan daging baru setengah kilogram per orang, Malaysia sudah 8 Kg, Eropa sudah sampai 28 Kg”, Kata Pak Edy.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara (Dahler) mengatakan bahwa pada tahun 2019 ditargetkan inseminasi sapi sebanyak 180 ribu ekor. Diharapkan dari inseminasi tersebut lahir pedet sebanyak 90 ribu ekor. Langkat adalah Kabupaten dengan sentra produksi pedet terbesar di Sumut, disusul Deli Serdang dan Serdang Bedagai. Sedangkan untuk pedet yang dipanen kali ini diantaranya hasil inseminasi tahun 2017, hasilnya 60 ribu pedet.

BERITA TERKINI